Arti Ana Uhibbuki Beserta Jawabannya

Ana uhibbuka fillah atau uhibbuki fillah. Apa arti dari kata-kata ini.

Uhibbuka fillah: sebenarnya aku mencintaimu karena Allah (berbicara kepada saudara-saudara)
Uhibbuki fillah: sebenarnya aku mencintaimu karena Allah (berbicara kepada para suster)

Ana uhibbuka fillah berarti aku mencintaimu karena Allah. Dhommir (kata ganti) ‘ka’ untuk Anda pria, sedangkan ‘ki’ untuk Anda wanita. (Semoga Allah mencintaimu, Dia yang membuatmu mencintaiku karena dia). Lebih lengkap, kalian bisa mengunjungi Yuksinau.co.id.

Ana Uhibbuki Fillah Artinya
Ana Uhibbuki Fillah Artinya

Jawaban Ana Uhibbuka Fillah / Uhibbuki Fillah – إني أحبك في الله

Jawaban atau jawaban untuk saudaramu yang mengatakan inni uhibbuka fillah (إني أحبك في الله)

أَحَبَّكَ الَّذِيْ أَحْبَبْتَنِي لَهُ

“Ahabbakalladzi ahbabtani lahu” (Semoga Allah mencintaimu dan mencintaiku karena dia) [1]
SDM. Abu Dawud. Al-Albani menyatakan bahwa hadits ditulis dalam Saheeh Sunan Abi Dawud.

Komentar:
apa artinya:
إِنِّ أُحِبُّكَ فِي اللهِ
“Aku benar-benar mencintaimu karena Allah”
sumber:
Hisnul Muslim dari Syaikh Dr. Dia berkata bin “Ali bin Wahf al-Qahthani

Nyanyian Rohani Uhibbuka Fillah

Salah satu perintah dalam Islam adalah menyatakan cinta karena Allah. Tapi tentu saja cinta tidak mengekspresikan dirinya pada lawan jenis yang tidak diizinkan karena godaan besar di baliknya.

Ini hanya berlaku untuk jenis kelamin yang sama, pria dengan pria dan wanita dengan wanita selama mereka aman dari fitnah dan tidak memancing tuduhan yang tidak ada di hati keduanya. Ini seperti yang dikatakan Al-Munawi dalam Faidhul Qadir (247/1), katanya: “Jika seorang wanita memiliki perasaan cinta (baca: simpati) untuk wanita lain, maka dia harus memberitahunya”.

Jadi tidak diperbolehkan bagi seorang pria untuk mengatakan “Aku mencintaimu, terima kasih kepada Allah” kepada seorang wanita kecuali wanita itu adalah istrinya atau mahram lainnya. Dan kami tidak pernah bertemu dengan salah satu dari sahabiyah Nabi yang mengatakan hal ini kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam meskipun Allah bercinta dengannya sebagai kewajiban bagi mereka yang beriman, baik pria maupun wanita. Demikian juga, kita belum pernah menemukan kisah yang menyatakan bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم pernah mengatakan ungkapan itu kepada salah satu dari mereka.

Adapun hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud oleh teman-teman Anas bin Malik, ia berkata:

أن رجلا كان عند النبي صلى الله عليه وسلم فمر به رجل فقال: يا رسول الله إني لأحب هذا, فقال للاللللللللي Versi: لا: قال: أعلمه قال: فلحقه فقال: Inggris

Bahwa ada seorang teman yang ada di pihak nabi sallallaahu “alaihi wa wasallam, maka seseorang lewat di depan mereka. Jadi teman ini berkata,” Wahai Rasulullah, pada kenyataannya aku benar-benar mencintai orang ini “. Nabi Shallallahu adalah alaihi wasallam yang juga mengatakan kepadanya: “Apakah kamu mengatakan kepadanya cintamu padanya?” Dia berkata, “Belum.” Dia berkata, “Jika demikian, pergi dan katakan padanya.” Kemudian dia langsung pergi ke orang itu dan berkata “Inni uhibbuka fillah” (sebenarnya aku mencintaimu karena Allah), jadi orang itu menjawab: “Ahabbakalladzi ahbabtani lahu” (Semoga Allah mencintaimu, Dia yang membuatmu mencintaiku untuknya).

Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya dan Abu Dawud dalam Sunan-nya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh ath-Thabrani di Al-Mu’jam. Dalam kisah Ath-Thabrani ada satu lagi: “maka teman ini kembali ke nabi sallallaahu” alaihi wasallam dan memberi tahu dia jawabannya. Mendengarkan kisah sahabat ini, nabi sallallaahu “alaihi wasallam juga berkata:” Kamu akan bersama orang yang kamu cintai dan untukmu hadiah untuk apa yang kamu harapkan dari cintamu. “Hadits ini dianggap otentik oleh Al-Hakim dan Ibnu Hibban dan disetujui oleh Adz-Dzahabi di Al-Mustadrak (189/4).

Dari Habib bin “Ubaid, dari Miqdam ibn Ma’dy Kariba – dan Habib bertemu Miqdam ibn Ma’di Kariba, ia berkata:” Nabi sallallaahu “, kata alayhi wa sallam,

إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ اهُ فَلْيُعْلِمْهُ أَنَّهُ أَحَبَّهُ

“Jika salah satu dari kalian mencintai saudaranya, biarkan dia memberi tahu saudaranya yang mencintainya.” (HR Bukhari dalam Adabul Mufrod No. 421/542, otentik dikatakan Syaikh Al Albani)
Dari Mujahid dia berkata:

لقيني رجل من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم فأخذ بمنكبي من ورائي. قال: أما إني أحبّك. قال: أحبك الله الذي أحببتني له. Versi: Bahasa Inggris dari Bahasa Indonesia, Bahasa Belanda: Bahasa Belanda, Bahasa Melayu, Bahasa Melayu. ما أخبرتك. قال: ثم أخذ يعرض علي الخطبة. قال: أما إن عندنا جارية ، أما إنها عوراء

“Ada salah satu sahabat nabi sallallaahu” alaihi wa sallam menemui saya, lalu dia meraih pundak saya dari belakang dan berkata:

أما إني أحبّك

“Saya sangat mencintai kamu.”
Lalu dia berkata:

أحبك الله الذي أحببتني له

“Bahwa Allah, yang mencintaimu, membuatmu mencintaiku karena dia.”

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>